Salah Satu Mengenai Yang Berat Dicoba Tidak cuma Berharap Maaf Ialah Mengakui

Salah Satu Mengenai Yang Berat Dicoba Tidak cuma Berharap Maaf Ialah Mengakui
Sadarkah kalian jika ada banyak aksi dan kelakuan yang sering sekali kita rasanya sulit sekali untuk dicoba. Sedangkan itu kita sering bertek- tokan dengan itu. Salah satunya ialah berharap maaf. Kita sering sekali merasa sulit untuk berharap maaf. Sedangkan itu itu diperlukan. Kenapa ini jadi sulit dicoba? Karena disaat kita berharap maaf, kita harus mengurangkan karakter aku kita dulu. Kita harus mengurangkan gengsi kita. Walhasil kita bisa melisankan tutur maaf. Terlebih apabila tutur maaf itu kita tujukan pada orang yang lebih muda dari kita.

Salah Satu Mengenai Yang Berat Dicoba Tidak cuma Berharap Maaf Ialah Mengakui

Rasanya akan amat berat untuk mengatakannya. Karena rasanya harga diri kita amat kecil. Semacam itu orang. Tidak hanya persoalan kemaluan, perempuan atau laki- laki. Namun semua akan merasakan sejenis itu. Semua orang memiliki gengsi yang besar. Walhasil disaat harga dirinya dicoba, itu akan amat membuat kita mudah panas dan gampang untuk digoyangkan. Namun percayalah disaat kita bisa melalui itu, kita bisa melawan perasaan itu, sampai kita akan lebih mudah untuk menempuh hidup kita. Kita akan lalu jadi mudah menempuh hari kita.
Hanya memerlukan sedikit membesarkan hati kita, dan turunkan karakter aku dan gengsi kita. Tidak selamanya kita harus mengangkat kepala kita, dagu kita. Ada waktunya kita harus menunduk dan melegakan diri. Biar kita tahu diri, dan tidak kurang ingat diri. Dan ini sah pada semua orang, tanpa peduli apa kerangka belakangnya dan apa jabatannya. Tanpa peduli apa gendernya dan seberapa besar pengaruhnya. Karena pada dasarnya kita semua ini seragam latar, kita sesuai. Semua dari kita seragam saja.
Dan tidak cuma aksi berharap maaf ada aksi lain yang rasanya amat sulit untuk dicoba oleh banyak orang. Yakni membetulkan. Amatlah sulit dan berat rasanya untuk membetulkan kelalaian. Untuk membetulkan kelemahan kita, untuk membetulkan bila kita keliru. Untuk membetulkan jika kita tidak lebih baik dari orang lain. Sulit membetulkan kebolehan orang lain. Karena itu seragam dengan melegakan diri. Dan orang amat tidak suka apabila direndahkan. Walhasil ini jadi salah satu aksi dan kelakuan yang amat dihindarkan oleh banyak orang.